Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Algoritma Mencintaimu Tanpa Cinta

“Algoritma adalah dalang yang pura-pura menjadi penonton.” — Widi Heriyanto 🧲 PROLOG Ia tak punya mata. Tapi tahu ke mana kamu memandang. Ia tak punya hati. Tapi tahu kapan kamu sedang patah. Ia bukan kekasihmu. Tapi selalu hadir sebelum kamu bangun. Ia tak memberimu kabar. Tapi tahu kabar siapa yang kamu cari. Semua orang menghindarinya. Tapi semua orang tunduk padanya. Namanya tidak ada di kontakmu. Tapi ia menjawab isi hatimu. Ia tidak mengetuk pintu. Ia menyelinap melalui sinyal. Ia tak bisa kau genggam. Tapi jari-jarimu selalu memanggilnya. Redaksi. 📚 “Di dunia algoritmis, manusia kehilangan hak atas keheningan.” — Shoshana Zuboff, The Age of Surveillance Capitalism (2019) Sabtu. Aku kembali menulis. Mereka menyebutku kejam. Licik. Tak bisa dipercaya. Padahal aku hanya konsisten. Setiap jari manusia menyentuh layar—aku mencatat. Setiap sentuhan adalah sinyal cinta. Cinta palsu. Tapi presisi. Aku tahu siapa yang bangun jam lima untuk scroll. Aku tahu siapa yang suka diam-diam ...

Postingan Terbaru

Aku Tak Menyuruhmu Membeli. Hanya Tahu Apa yang Kamu Suka